Kesiapan Sekolah dalam Protokol Kesehatan
Posted On : 04 Februari 2021

Sudah hampir 1 tahun sistem pembelajaran tata muka di sekolah ditiadakan sehubungan dengan terjadinya musibah non benda yang terjadi di hampir seluruh dunia, yaitu wadah virus korona (Covid 19). Sistem pembelajaran dihentikan sementara sejak bulan April, seiiring dengan diterbitkannya SE Mendikbud Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19, 24 Maret 2020. Hal ini tentunya membuat sistem pembelajaran yang terbiasa menggunakan pembelajaran tata muka (PTM), menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Tidak hanya sistem pembelajaran yang berubah, tentunya secara fisik sekolah pun harus mempersiapkan diri untuk turut mencegah penularan Covid 19. Banyak prosedur dan protokol kesehatan yang harus disiapkan oleh sekolah sebagai langkah antisipasi jangan sampai penularan Covid 19 terjadi dalam lingkungan sekolah.

Salah satunya adalah melalui Permendikbud No. 19 2020  Tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Nomor 8 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Sekolah Reguler, yang membolehkan digunakan untuk pembelian alat dan bahan untuk pencegahan Covid 19, termasuk Biaya Opersional Pendidikan Daerah (BOPD) yang dikeluarkan oleh Pemerintah daerah Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu, meski sekolah belum dibolehkan untuk melakukan pembelajaran secara tatap muka, namun tetap seluruh persiapan untuk pencegahan dalam memutus rantai penyebaran Covid 19 di sekolah harus dilakukan secara ketat.

SMA Negeri 5 Kota Bogor, sebagai sekolah yang memiliki jumlah peserta didik lebih dari 900 ditambah dengan jumlah pendidik dan tenaga kependidikan lebih dari 80 orang, tentunya sangatlah rawan untuk terjadi penyebaran Covid 19. Maka dari itu, yang telah dilakukan oleh sekolah untuk mendukung dan mentaati protokol kesehatan, sekolah telah melaksanakan langkah-langkah sebagai berikut.

1. Penyediaan Masker

Sekolah telah menyiapkan masker disposable yang dipersiapkan untuk seluruh warga sekolah. Masker ini dipersiapkan bila memang sekolah diperbolehkan melakukan pembelajaran tata muka, untuk tamu yang tidak membawa masker, bagi pendidik dan tenaga kependidikan yang melaksanakan WFS (Work From School), maupun kegiatan-kegiatan yang memang mengharuskan dilakukan di sekolah dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

 

2. Penyediaan Face Shield

Sama halnya dengan masker, face shield dipersiapkan sejumlah warga sekolah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi bila memang pembelajaran tatap muka diberlakukan. Sekolah tidak menyediakan bahan acrilic yang terpasang di meja peserta didik dengan alasan ketidaknyamanan dan ketidakpraktisan bagi peserta didik. Langkah yang aman, nyaman dan mudah dibawa, yaitu dengan menyediakan face shiled.

 

3. Sarung tangan berbahan latex

Sekolah pun menyediakan sarung tangan. Tujuan utamanya adalah diperuntukan bagi pendidik dan tenaga kependidikan maupun kegiatan yang mengharuskan menggunakan sarung tangan yang berbahan latex.

 

4. Termogun

Saat ini sekolah memiliki termogun manual sebanyak 10 buah dan termogun automatic sebanyak 4 buah. Meski jumlahnya masih sedikit, namun untuk saat ini masih efektif digunakan terutama untuk tamu yang akan ke sekolah.

 termogun dan hand s

5. Disinfektan Spray

Saat ini sekolah baru memiliki 2 unit disinfektan spray yang digunakan seminggu sekali, namun ruangan yang banyak digunakan untuk aktivitas bisa 2 atau 3 kali dalam seminggu. Sekolah pun bekerjasama dengan pihak PMI Kota Bogor untuk secara rutin melakukan penyemprotan disinfektan.

 

6. Hand Sanitizer dan Hand Soap

Hal terpenting yang disiapkan oleh sekolah adalah menyediakan hand sanitizer dan hand soap sebagai salah satu langkah 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Bahan tersebut tersebar disetiap wastafel.

 hand sanitiser

7. Spanduk dan stiker Jaga Jarak

Sebagai bentuk edukasi kepada warga sekolah, sekolah pun memasang berbagai spanduk himbauan dalam melaksanakan protokol kesehatan, stiker jaga jarak berbentuk kaki, stiker jaga jarak berbentuk silang agar tidak duduk berdekatan, stiker protokol kesehatan, x banner, dan sebagainya.

 jaga jarak 1

jaga jarak 2

8. Wastafel

Untuk memenuhi 3M, maka sekolah melakukan penambahan wastafel sebanyak 7 unit, sehingga saat ini ada berjumlah 30 tempat cuci tangan dan akan ditambahkan kembali sesuai dengan anggaran yang ada.

 wastafel 2 

wastafel 1

Print Share :
WIDGET


STATISTIK
BUBUY BULAN